Pemilu legislatif tinggal empat hari lagi. Apa makna pemilu bagi anda? Kalau bagi saya pribadi sih gak begitu berarti. Kenapa? saya sudah jenuh melihat segala kekacauan dan ketidakteraturan yang timbul. Coba anda bayangkan, pamflet dimana-mana merusak pemandangan kota yang memang sudah gak indah lagi. Bahkan di rumah saya pun tak luput dari kekacauab sistematis kampanye. Kenal pun tidak dengan calon legislatif, eh dia malah seenak jidatnya sendiri menempel stiker dan lain-lain tanpa bayaran pula! Kalau saya punya usaha percetakan atau sablon untuk kaos dan atribut kampanye lainnya sih saya santai saja.
Menurut saya sih, sistem pemilu perlu diperbaiki. Berapa duit yang dihamburkan untuk kampanye? mending duitnya kasih ke saya, buat kawin....hahaha....
Belum lagi dana negara yang mengalir dari mulai proses awal pendataan mata pilih ( yang bahkan masih kacau) sampai pada proses pencoblosan (sekarang pencontrengan) yang jumlahnya kalau di belikan permen, bisa sakit gigi tujuh turunan!!!!!
Bukannya saya mengajak untuk golput, namun saya rasa saya lebih baik memilih diri saya sendiri untuk jadi anggota dewan yang terhormat (yang sampai kini dipertanyakan dimana kehormatannya). Saya rasa rakyat sudah jenuh, muak, dan jengah dengan hiruk-pikuk pemilu. Meskipun mereka dalam ketidakberdayaannya terpaksa tersenyum pilu setelah pemilu berakhir dan calon yang mereka dukung sudah naik mercy atau mobil mewah lainnya dan menabrak si tukang becak di depan gang senggol....
AKU MUAK!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar